Kala diri patah hati, mungkin kita tidak akan berpikir bahwa patah hati itu sebenarnya merupakan hal baik. Alih-alih demikian, kebanyakan bersedih dan mengurung diri. Namun, ada juga orang yang justru menjadikan patah hati sebagai batu loncatan baginya untuk membawanya pada puncak kesuksesan. Bagaimana caranya?
Ibu, aku nggak sekuat itu. Ada banyak hal yang aku sembunyikan dari Ibu. Tentang aku yang sering menangis di kamar sendirian, menangis di perjalanan pulang. Juga beratnya hidup ketika harus jadi tulang punggung keluarga sekecil ini. Ternyata jadi dewasa nggak enak ya, Bu? Aku kangen Ibu. Aku pengin jadi anak kecil aja, pengin balik ke masa lalu aja, pengin main sepeda sama Ibu lagi. Sekarang s…
Hai, aku Vania, kadang aku biasa dipanggil Cuplis. Orang-orang mengenalku sebagai seorang anak yang hidup dalam keluarga yang begitu hangat dan cemara. Cemara? Ya, mereka bilang hidupku sempurna dan begitu dipenuhi warna di dalamnya. Namun, nyatanya semua yang mereka lihat tak pernah seindah itu. Banyak kisah yang akhirnya justru kusimpan sendirian. Khususnya, tentang aku dan keluargaku.
Berani Tidak Disukai merupakan buku yang berisikan dialog antara seorang filsuf dengan seorang pemuda. Dialog yang dilakukan selama lima malam ini, berisi percakapan dari seorang pemuda yang tidak puas dengan kehidupannya dan seorang filsuf yang mengajarkannya tentang bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan di dunia. Dialog-dialog tersebut dibingkai menjadi lima percakapan yang tiap percakapanny…
Latih Otak Anda Untuk Menang Dengan Ilmu Baru Tentang Kesuksesan Berkebalikan dengan anggapan umum, Jeff Brown & Mark Fenske membuktikan bahwa kesuksesan hampir tak berkaitan dengan kecerdasan, keadaan, sumberdaya keuangan, atau bahkan keberuntungan. Setiap orang sejatinya mampu meraih sukses dalam kehidupan dan untuk dia, Anda hanya perlu mengembangkan otak pemenang dikepala Anda dengan kebia…
Selalu ada masa ketika kita akan terjebak dalam kondisi yang buruk atau kerap disebut dengan titik terendah dalam hidup. Di sini, keadaannya benar-benar tidak baik. Ujian dan masalah seakan datang silih berganti. Sehingga, emosi dan pikiran-pikiran negatif berkumpul menjadi satu. Pada akhirnya, ketahanan mental kita terasa seakan sedang diserbu dengan bom dan granat-granat secara bertubi-tubi.
Pernahkah Anda merasa telah menempuh 'perjalanan' jauh, tapi ujung dari perjalanan itu rupanya adalah jurang yang sama. Kita hampir kelelahan dalam bertahan, tidak ada pertolongan, dan lagi-lagi langkah kita kembali ke lobang. Menyebalkan bukan? Mengapa demikian? Sadarkah Anda yang membawa langkah Anda ke dalam lobang yang sama tersebut adalah kebiasaan yang serupa? Ibarat sebuah perjalanan, p…