Text
Milir : Sebuah Storytelling Masyarakat Betawi Pinggir Perspektif Ekonomi, Agama, dan Budaya
Milir punya beragam tujuan. Tujuan paling umum adalah untuk mencari penghidupan. Bagi orang Parung Bingung milir itu pergi berdagang ke Jakarta. Mayoritas ke Cikini, Manggarai, dan Tanah Abang (saya sering menulisnya Tenabang). Sejatinya semua orang yang berangkat dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dan seterusnya hingga Papua ke Jakarta adalah para pemilir. Buktinya, setiap Idul Fitri mereka disebut para pemudik. Jadi, milir adalah lawan dari mudik. Di Parung Bingung, milir menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Bahkan mereka ada yang membentuk koloni di tempat milir. Biasanya diawali dengan tugur. Tugur adalah berdagang dengan cara menetap dalam waktu tertentu di satu tempat. Yang dijual para pemilir dari Parung Bingung adalah timun, kacang panjang, pare, terong, nangka, pisang, daun pisang, dan gandul. Pada saat sawah tidak ditanami padi, orang Parung Bingung menanam palawija. Padi ditanam untuk konsumsi sendiri.
Tidak tersedia versi lain