Text
Move On!
Pada akhirnya aku menyadari.
Bahwa waktu mampu menuntunku untuk bertemu dengan seseorang, yang sanggup melengkapi dan mewarnai hari. Hingga hatiku tak memberi pilihan lain kecuali jatuh cinta.
Padahal, logika terus saja berteriak, jika risiko jatuh cinta adalah terjerembap pada nestapa.
Bisakah ... Bisakah kau patahkan hatiku secara perlahan saja?
"Tunggu saya," ucapnya saat itu, sebelum pergi entah ke mana tanpa mengabari.
Haruskah aku menunggu?
Akankah Pak Reno Alvandra datang dan kembali menjadi pengobat hati?
Tidak tersedia versi lain