Jegler...... Kilat cahaya yang sangat terang diikuti suara keras mengagetkan Zahra dan Zio. Ibuuuuu... Zahra dan Zio berlari mencari ibu. Mereka ketakutan. apa yang dilakukan Zahra dan Zio agar mereka tidak takut, ya?
Zio dan Zahra sedang asyik bermain di halaman Tiba-tiba mendung turun sangat pekat Angin kencang pun mendekat Hii.... ngeri sekali! Apa yang harus mereka lakukan, ya?
Zahra dan Zio membantu ibu menyapu halaman Banyak sampah dan daun yang berserakan Tiba-tiba, wuusss.... angin berhembus Daun-daun pun kembali berserakan Zahra dan Zio baru ingat, mereka belum membaca bismillah.
Siang hari yang sejuk, Zahra tertidur di kursi. Tiba-tiba, dia beristighfar dan langsung terbangun. Zahra berlarian ke ruang sebelah sampai menabrak Zio. Wah, ada apa ya?
Alhamdulillah, satu tugas selesai. Alhamdulillah, kenyang. Alhamdulillah, sudah rapi. Zio heran, kak Zahra selalu mengucap kalimat itu. Kenapa, ya? Artinya apa?
adik-adik, yuk mengenal Allah yang telah menciptakan kita. Allah juga yang memberi kita rezeki. Allah juga satu-satunya Rabb yang berhak disembah. Allah juga mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sempurna. Dengan mengenal Allah, kita akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hepi, perantau bujang yang menyalakan dendam di tepi danau. Martiaz, ayah yang pecah kongsi dengan anaknya di simpang jalan. Datuk, kakek yang ingin menebus dosa masa lalu di tengah surau. Pandeka Luko, pahlawan gila yang mengobati luka lama di rumah usang. Apakah "alam terkembang jadi guru" menjadi amanat hidupnya? Mungkinkan maaf dan lupa menjadi penawar bagi segenap luka? Ikuti petualangan H…
Dear Diary .... Hari ini, aku serasa hampir mati. Bagaimana tidak? Tadi, waktu aku pulang sekolah, aku terserempet sepeda motor. Kini, kaki serta tanganku harus dibalut dengan kain putih. Semoga cepet sembuh. Itu adalah surat ke-108 yang diletakkan di pot ke-108 di halaman rumah Aryana. Saat Aryana membuat surat ke-109 dan meletakkannya di pot ke-109, bertepatan dengan ulang tahun desa tempat…
Hari ini kita menyaksikan keringnya adab dan akhlak di dalam berbagai potret berita yang tersiar. Ada anak didik yang berani melawan gurunya, bahkan membantah nasihatnya secara terang terangan di muka umum. Ada pula murid yang tidak terima karena ditegur guru, kemudian melaporkan gurunya ke polisi. Ada pula sekelompok murid yang berani mengeroyok guru sehingga luka parah.
Buku ini menekankan pentingnya adab sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan. Penulis menguraikan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya terletak pada banyaknya pengetahuan yang dikuasai, melainkan pada kesungguhan menjaga akhlak mulia dalam proses belajar, berinteraksi, dan beramal. Dengan pendekatan yang inspiratif dan praktis, buku ini menghadirkan pemahaman bahwa adab me…