Luwi kehilangan biji kopinya! Semua bermula ketika ia harus menyelamatkan diri dari burung hantu di malam yang gelap. Kini Luwi mengikuti jejaknya sendiri, mengenali tanda-tanda, dan menebak arah yang benar agar bisa menemukan biji kopinya kembali. Tapi apakah ia bisa menemukan tempat itu? Dalam petualangan ini, anak-anak diajak belajar berpikir komputasi: memecah masalah menjadi langkah-langk…
Tutu ingin membuat sarang yang kuat seperti Rimu. Ia mencoba memilih rumput yang tepat, menganyam simpul, memperhatikan panjang, mengatur pola, hingga memperkuat dinding sarangnya. Namun ternyata membuat sarang yang tidak roboh tertiup angin tidak semudah yang Tutu bayangkan. Berhasilkah ia? Melalui kisah Tutu, anak-anak diajak berpikir komputasi: memecah masalah menjadi langkah-langkah kecil …
Kabut tebal menyelimuti hutan, namun Pupiy tetap harus melaksanakan tugasnya: mengantar surat! Tanpa bisa melihat arah matahari, Pupiy harus mengandalkan berbagai tanda di sekitarnya—suara bel, tiupan angin, aroma pinus, hingga perubahan suhu. Setiap tanda bisa membawanya ke jalan yang benar atau justru bahaya. Melalui petualangan Pupiy, anak-anak diajak memahami bagaimana cara menyusun al…