Manuskrip 130 berjudul “Bertemu Belalang”, berusaha menyusupkan sejumlah kosakata Melayu-Papua. Penyairnya tampak lancar mengolah kekhasan alam dan latar kehidupan masyarakat Papua, walau ada juga puisipuisi yang ditulis di luar Papua, yang menandakan mobilitas si penyair dan usahanya melakukan penjelajahan tematik. Ada ungkapan-ungkapan khas yang diambil dari khasanah budaya setempat, menj…
Pembaca sastra Indonesia niscaya mengenal buku puisi D. Zawawi Imron "Bulan Tertusuk Lalang" yang mengilhami sutradara Garin Nugroho membuat film "Bulang Tertusuk Ilalang". Atau buku puisi "Celurit Emas" yang membuat penyair santri ini kemudian digelari Si Celurit Emas..Kedua buku lawas tersebut tak berlebihan telah dianggap menjadi klasik.