Hah? Di leher Kak Faris ada benjolan seperti kelereng! Namun, kata Ayah itu adalah jakun. Ternyata, Kak Faris memasuki masa balig. Ayah memberi tahu ciri lain yang tampak menjelang balig. Selain itu, Ayah juga menjelaskan tentang mimpi basah yang dialami laki-laki. Teman-teman tahu apa itu mimpi basah, tidak? Yuk, kita cari tahu dalam buku ini!
Kata Ayah, sesudah menginjak masa balig, Kak Faris harus menjaga diri. Satu di antaranya adalah menjaga pergaulan. Ternyata, ada aturan-aturan yang harus diperhatikan saat bergaul dengan teman-teman. Kak Faris juga harus mulai belajar menutup aurat. Wah, apalagi yang harus dilakukan seorang laki-laki yang menginjak masa balig, ya? Yuk, temukan jawabannya dalam buku ini!
Ayah, Kakak, dan Adik sholat berjamaah. Eh, tapi ... Bunda ke mana? Kenapa nggak shalat? Kakak penasaran dan bertanya kepada Bunda. Ternyata, Bunda sedang haid. Kakak belum mengerti apa itu haid. Bunda pun menjelaskannya dengan perlahan. Yuk, kita telusuri segala hal tentang haid dari penjelasan Bunda. Semua yang teman-teman ingin tahu soal haid sudah terangkum dalam buku ini, lho!
Fani malu karena dirinya sudah menunjukkan ciri-ciri akan haid. Padahal, teman-temannya belum ada yang haid. Fani malu kalau haid lebih dulu dari teman-temannya. Apakah teman-teman sedang merasakan hal yang sama seperti Fani? Yuk, kita cari tau lebih jauh soal haid. Mulai dari perubahan tubuh menjelang balig, siapa mahram kita, sampai takhayul tentang haid. Ayo, sama-sama mempersiapkan masa ba…
Buku ini merupakan bonus buku "Gentleman tuh Kayak Gini!: Handbook Pubertas Muslim".