Pada akhirnya aku menyadari. Bahwa waktu mampu menuntunku untuk bertemu dengan seseorang, yang sanggup melengkapi dan mewarnai hari. Hingga hatiku tak memberi pilihan lain kecuali jatuh cinta. Padahal, logika terus saja berteriak, jika risiko jatuh cinta adalah terjerembap pada nestapa. Bisakah ... Bisakah kau patahkan hatiku secara perlahan saja? "Tunggu saya," ucapnya saat itu, sebelum p…